Rabu, 19 September 2018

Contoh Soal dan Jawaban Sejarah Indonesia

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua πŸ˜€πŸ˜€
Kali ini saya ingin memberikan soal dan jawaban untuk para siswa siswi SMK
Berikut Contoh Soal dan Jawaban Sejarah Indonesia


1. Tahukah kaliyan bahwa sesudah 40 tahun lamanya, baru pertama kali peringatan Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei, diselenggarakan pada tahun 1948. Awalnya, peringatan tersebut merupakan anjuran Bung Karno agar pemerintah menyelenggarakannya secara besar-besaran. Untuk itu, yang diangkat sebagai ketua panitia peringatan adalah
A.    Ki Hajar Dewantara
B.    Ir. Sokarno
C.   Drs. Moh Hatta
D.   Syarifudin Prawira Negara
E.    Amir Syarifudin



2.   Awal tahun 1948, Muso baru kembali dari Moskwa dengan menawarkan doktrin “Jalan Baru” sebagai strategi perjuangan bangsa yang berbeda dari strategi yang dijalankan pemerintah Soekarno-Hatta. Doktrin Muso ini mempengaruhi kubu Amir Syarifuddin dengan membentuk…
A.    Front Demokrasi Rakyat (FDR)
B.    Badan Keamanan Rakyat (BKR)
C.   Partai Nasional Indonesia (PNI)
D.   Partai Komunis Indonesia (PKI)
E.    Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)



3.     Hubungan antara FDR dengan kubu nasionalis dan Islam pun kian meruncing. Pertikaian ideologi yang tajam tersebut berakhir pada pecahnya pemberontakan PKI di Madiun pada 18 September 1948. Selain itu, akibat perundingan Renville, sebanyak 35.000 anggota TNI juga dipaksa untuk meninggalkan wilayah yang diklaim Belanda menuju daerah Republik Indonesia yang beribu kota di…
A.    Yogyakarta
B.    Semarang
C.   Jakarta
D.   Medan
E.    surabaya



4.    Tiga bulan setelahnya, Belanda melancarkan agresi militer dengan menduduki ibu kota Yogyakarta pada 19 Desember 1948. Presiden dan Wakil Presiden serta beberapa pejabat tinggi negara ditangkap dan diasingkan ke…
A.    Bangka
B.    Bengkulu
C.   Banda
D.   Medan
E.    Ambon



5.    Meski demikian Presiden dan Wakil Presiden ditangkap oleh belanda  dan diasingkan jauh dari ibu kota RI, namun demikian Presiden Seokarno masih sempat memberikan mandate agar segera dibentuk pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatera Barat, dan yang diberikan mandate sebagai ketua pemerintah tersebut adalah
A.    Syafrudin Prawiranegara
B.    Soedarsono dan LN. Palar
C.   Sultan Hamengkubuwono IX
D.   Colonel A.H. Nasution
E.    Panglima Besar Soedirman



6.    Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan kepentingan (vested interest) antara lain , kecuali
A.     APRA, RMS dan Andi Aziz
B.    APRA, RMS dan BFO
C.   PRRI, APRA dan RMS
D.   APRA, RMS dan PKI
E.    APRA, PKI dan Andi AZIZ
7.   Berikut ini yang termasuk Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan sistem pemerintahan, kecuali
A.    BFO, PRRI dan Permesta.
B.    BFO, PRRI dan APRA
C.   PRRI, BFO dan RMS
D.   PRRI, BFO dan PKI
E.    BFO, PRRI dan FOR



8.    Pada awal September 1948 pimpinan PKI dipegang Muso. Ia membawa PKI ke dalam pemberontakan bersenjata yang dicetuskan di Madiun pada tanggal 18 September 1948 (Taufik Abdullah dan AB Lapian, 2012). Mengapa PKI memberontak? Alasan utamanya tentu bersifat ideologis, dimana mereka memiliki cita-cita ingin menjadikan Indonesia sebagai…
A.     Negara komunis.
B.    Negara Nasionalis
C.   Negara Islam
D.   Negara Federal
E.    Negara Persemakmuran

9.    Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya-upaya diplomasi dengan PKI, untuk meredam gerak ofensif PKI. Namun kondisi politik sudah terlampau panas, sehingga pada pertengahan September 1948, pertempuran antara kekuatan-kekuatan bersenjata yang memihak PKI dengan TNI mulai meletus. PKI dan kelompok pendukungnya kemudian memusatkan diri di Madiun. kemudian pada tanggal 18 September 1948 PKI memproklamirkan Republik Soviet Indonesia dibawah pimpinan…
A.     Muso
B.    Tan Malaka
C.   Amir Syarifudin
D.   Syarifudin Prawiranegara
E.    sudarsono

10.  Cikal bakal pemberontakan DI/TII yang meluas di beberapa wilayah Indonesia bermula dari sebuah gerakan di Jawa Barat yang dipimpin oleh salah seorang tokoh Partai Serikat Islam Indonesia(PSSI). Dengan adanya perjanjian Renville dapat membuka peluang untuk lebih mendapatkan cita-cita lamanya untuk mendirikan Negara islam di bawah pimpinan
A.    S.M. Kartosuwiryo
B.    Muso
C.   Tan Malaka
D.   Amir Syarifudin
E.    Syarifudin Prawiranegara

11.  Operasi terpadu “Pagar Betis” digelar, dimana tentara pemerintah menyertakan juga masyarakat untuk mengepung tempat-tempat pasukanpemberontak dan berujuan mempersempit ruang gerak dan memotong arus perbekalan pasukan lawan. Selain itu diadakan pula operasi tempur dengan sasaran langsung basis-basis pasukan pemberontakan yang dilakukan oleh pemberontakan…
A.    DI/TII di Jawa Barat
B.    DI/TII Jawa Tengah
C.   PRRI
D.   Permesta
E.    RMS

12.  Atas pengaruhnya S.M Kartosuwiryo inilah kemudian pasukan Hizbullah ikut memproklamirkan berdirinya Negara Islam di jawa tengah, oleh Kartasuwirya dan sebagai Panglima TII di jawa tengah ini adalah
A.     Amir Fatah
B.    Kyai Sumolangu
C.   Letnan Kolonel Kahar Marzakkar
D.   Kapten Westerling
E.    Daud Beureuh

13.  Selain di Jawa Barat dan Jawa Tengah, pemberontakan DI/TII terjadi pula di Sulawesi Selatan. Pada tahap awal, pemberontakan ini lebih disebabkan akibat ketidak puasan para bekas pejuang gerilya kemerdekaan terhadap kebijakan pemerintah dalam membentuk Tentara Republik dan demobilisasi yang dilakukan di Sulawesi Selatan. Namun beberapa tahun kemudian pemberontakan malah beralih dengan bergabungnya mereka ke dalam DI/TII Kartosuwiryo. Pada masa perang kemerdekaan pernah berjuang di jawa bahkan komandan komando grub Sulawesi selatan yang bermarkas di Yogyakarta. Pemberontakan DI/TII dibawah pimpinan…
A.    Letnan Kolonel Kahar Muzakkar
B.    Amir Fatah
C.   Kyai Sumolangu
D.   Kapten Westerling
E.    Daud Beureuh

14.  Daerah pemberontakan DI/TII berikutnya adalah Aceh. Ada sebab dan akhir yang berbeda antara pemberontakan di daerah ini dengan daerah-daerah DI/TII lainnya. Di Aceh, pemicu langsung pecahnya pemberontakan adalah ketika pada tahun 1950 pemerintah menetapkan wilayah Aceh sebagai bagian dari propinsi Sumatera Utara. Para ulama Aceh yang tergabung dalam Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) menolak hal ini. Bagi mereka, pemerintah terlihat tidak menghargai masyarakat Aceh yang telah berjuang membela republik. Mereka menuntut agar Aceh memiliki otonomi sendiri dan mengancam akan bertindak bila tuntutan mereka tak dipenuhi. Tokoh terdepan PUSA dalam hal ini adalah…
A.    Daud Beureuh.
B.    Letnan Kolonel Kahar Muzakkar
C.   Amir Fatah
D.   Kyai Sumolangu
E.    Kapten Westerling

15.  Gerakan 30 September merupakan persoalan internal Angkatan Darat (AD). G30S hanyalah peristiwa yang timbul akibat adanya persoalan di kalangan AD sendiri. Hal ini misalnya didasarkan pada pernyataan pemimpin Gerakan, yaitu Letnan Kolonel Untung yang menyatakan bahwa para pemimpin AD hidup bermewah-mewahanan memperkaya diri sehingga mencemarkan nama baik AD. Pendapat seperti ini sebenarnya berlawanan dengan kenyataan yang ada.Jenderal Nasution misalnya, Panglima Angkatan Bersenjata ini justru hidupnya sederhana. Teori tersebut dikemukakan oleh…
A.    Ben Anderson, W.F.Wertheim, dan Coen Hotsapel
B.    Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh
C.   Greg Poulgrain
D.   Anthony Dake
E.    John Hughes

16.  Gerakan 30 September merupakan pertemuan antara kepentingan Inggris-AS. Menurut teori ini G30S adalah titik temu antara keinginan Inggris yang ingin sikap konfrontatif Soekarno terhadap Malaysia bisa diakhiri melalui penggulingan kekuasaan Soekarno, dengan keinginan AS agar Indonesia terbebas dari komunisme. Dimasa itu, Soekarno memang tengah gencar melancarkan provokasi menyerang Malaysia yang dikatakannya sebagai negara boneka Inggris. Teori dikemukakan oleh…
A.    Greg Poulgrain.
B.    Peter Dale Scott atau Geoffrey Robinson
C.   Ben Anderson, W.F.Wertheim, dan Coen Hotsapel
D.   Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh
E.    Anthony Dake
17.  Dalang Gerakan 30 September adalah PKI.
 Menurut teori ini tokoh-tokoh PKI adalah penanggungjawab peristiwa kudeta, dengan cara memperalat unsur-unsur tentara. Dasarnya adalah serangkaian kejadian dan aksi yang telah dilancarkan PKI antara tahun 1959-1965. Dasar lainnya adalah bahwa setelah G30S, beberapa perlawanan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok yang menamakan diri CC PKI sempat terjadi di Blitar Selatan, Grobogan, dan Klaten. Teori yang dikemukakan oleh…
A.    Nugroho Notosusanto dan Ismail
B.    Greg Poulgrain.
C.   Peter Dale Scott atau Geoffrey Robinson
D.   Ben Anderson, W.F.Wertheim, dan Coen Hotsapel
E.    Anthony Dake

18.  Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). milisi bersenjata yang anggotanya terutama berasal dari tentara Belanda: KNIL, yang tidak setuju dengan pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) di Jawa Barat, yang saat itu masih berbentuk negara bagian Pasundan. Basis pasukan APRIS di Jawa Barat adalah Divisi Siliwangi. APRA ingin agar keberadaan negara Pasundan dipertahankan sekaligus menjadikan mereka sebagai tentara negara federal di Jawa Barat. Pemimpin gerakan APRA adalah…
A.    Kapten Raymond Westerling
B.    Letnal Kolonel Kahar Muzakkar
C.   Amir Fatah
D.   Kyai Sumolangu
E.    Daud Beuneuh

19.  Karena itu, pada Januari 1950 Westerling mengultimatum pemerintah RIS. Ultimatum ini segera dijawab Perdana Menteri Hatta dengan memerintahkan penangkapan terhadap Westerling. APRA malah bergerak menyerbu kota Bandung secara mendadak dan melakukan tindakan teror. Puluhan anggota APRIS gugur. Diketahui pula kemudian kalau APRA bermaksud menyerang Jakarta dan ingin membunuh antara lain Menteri Pertahanan Sultan Hamengkubuwono IX dan Kepala APRIS Kolonel T.B. Simatupang. Namun semua itu akhirnya dapat digagalkan oleh pemerintah. Westerling kemudian melarikan diri ke….
A.    Belanda
B.    Inggris
C.   Jerman
D.   Swedia
E.    Denmark

20.  Terjadinya pemberontakan Andi Aziz disebabkan karena, ada kekhawatiran dari kalangan tentara KNIL bahwa mereka akan diperlakukan secara diskriminatif oleh pimpinan APRIS/TNI. Pasukan KNIL di bawah pimpinan Andi Aziz ini kemudian bereaksi dengan menduduki beberapa tempat penting, bahkan menawan Panglima Teritorium (wilayah) Indonesia Timur, Pemerintahpun bertindak tegas dengan mengirimkan pasukan dibawah pimpinan..
A.    Kolonel Alex Kawilarang.
B.    Kolonel T.B Simatupang
C.   Sultan Hamengkubuwono IX
D.   Dr. Ch. R.S Soumokil
E.    Letnal Kolonel Slamet Riyadi

21.  Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). Sesuai dengan namanya, pemberontakan RMS dilakukan dengan tujuan memisahkan diri dari Republik Indonesia dan menggantinya dengan negara sendiri. Diproklamasikan RMS pada April 1950 ini, Didukung oleh mantan pasukan KNIL dan dipimpin oleh…
A.    Dr. Ch.R.S. Soumokil
B.    Kolonel Alex Kawilarang
C.   Kolonel T.B Simatupang
D.   Sultan Hamengkubuwono IX
E.    Letnal Kolonel Slamet Riyadi

22.  Ada ketidakadilan yang dirasakan beberapa tokoh militer dan sipil di daerah terhadap pemerintah pusat yang dianggap tidak adil dalam alokasi dana pembangunan. Kekecewaan tersebut diwujudkan dengan pembentukan dewan-dewan daerah sebagai alat perjuangan tuntutan pada Desember 1956 dan Februari 1957. Seperti Dewan Banteng di Sumatra Barat yang dipimpin oleh…
A.     Letkol Ahmad Husein.
B.    Kolonel Maludin Simbolan
C.   Letkol Barlian
D.   Kolonel Ventie Sumual
E.    Letnal Kolonel Slamet Riyadi

23.  Dewan-dewan ini bahkan kemudian mengambil alih kekuasaan pemerintah daerah di wilayahnya masingmasing. Beberapa tokoh sipil dari pusatpun mendukung mereka bahkan bergabung ke dalamnya, seperti Syafruddin Prawiranegara, Burhanuddin Harahap dan Mohammad Natsir. KSAD Abdul Haris Nasution dan PM Juanda sebenarnya berusaha mengatasi krisis ini dengan jalan musyawarah, namun gagal. Ahmad Husein lalu mengultimatum pemerintah pusat, menuntut agar Kabinet Djuanda mengundurkan diri dan menyerahkan mandatnya kepada presiden. Tuntutan tersebut jelas ditolak pemerintah pusat. Krisis pun akhirnya memuncak ketika pada tanggal 15 Februari 1958 Achmad Hussein memproklamasikan berdirinya Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Padang, Sumatera Barat. Seluruh dewan perjuangan di Sumatera dianggap mengikuti pemerintahan ini. Sebagai perdana menteri PRRI ditunjuk..
A.    Mr. Syafruddin Prawiranegara.
B.    Letkol Ahmad Husein
C.   Kolonel Maludin Simbolan
D.   Letkol Barlian
E.    Kolonel Ventie Sumual

24.  salah seorang tokoh yang mempopulerkan lagu Indonesia Raya di Papua saat menjelang Indonesia merdeka. Ia juga turut berperan dalam pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM) pada tanggal 10 Mei 1946. Pada tahun yang sama, Kaisiepo menjadi anggota delegasi Papua dalam konferensi Malino di Sulawesi Selatan, dimana ia sempat menyebut Papua (Nederlands Nieuw Guinea) dengan nama Irian yang konon diambil dari bahasa Biak dan berarti daerah panas. Tokoh pahlawan yang dimaksud adalah
A.    Frans Kaisiepo
B.    Silas Papare
C.   Marthem Indey
D.   Letkol Barlian
E.    Kolonel Ventie Sumual
25.  Meski demikian tak semua raja mau bergabung dengan negara kesatuan RI. Sultan Hamid II dari Pontianak misalnya, bahkan pada tahun 1950-an lebih memilih berontak hingga turut serta dalam rencana pembunuhan terhadap beberapa tokoh dan pejabat di Jakarta, meski akhirnya mengalami kegagalan. Dalam bagian ini, kita akan mengambil contoh dua orang raja yang memilih untuk melawan Belanda dan bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia, raja dari Kasultanan Yogyakarta yang dimaksud adalah
A.    Sultan Hamengkubuwono IX
B.    Sultan Syarif Kasim II
C.   Sultan Iskandar Muda
D.   Sultan Hamid II
E.    Sultan Agung Hanyokrokusuma

26.  Ketika pemerintahan Republik Indonesia Serikat dibubarkan pada Agustus 1950, RI kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perubahan bentuk pemerintahan diikuti pula perubahan undang-undang dasarnya dari Konstitusi RIS ke UUD Sementara 1950. Perubahan ke UUD sementara ini membawa Indonesia memasuki masa…
A.    Demokrasi Liberal
B.    Demokrasi Terpimpin
C.   Demokrasi Pancasila
D.   Demokrasi RIS
E.    Reformmasi

27.  Ketika Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, UUD yang digunakan sebagai landasan hukum Republik Indonesia bukan kembali UUD 1945, sebagaimana yang ditetapkan oleh PPKI pada awal kemerdekaan, namun menggunakan UUD Sementara 1950. Sistem pemerintahan negara menurut UUD Sementara 1950. Artinya Kabinet disusun menurut perimbangan kekuatan kepartaian dalam parlemen dan sewaktu-waktu dapat dijatuhkan oleh wakil-wakil partai dalam parlemen..
A.    Sistem parlementer
B.    Sistem Presidensial
C.   Sistem Kabinet RIS
D.   Sistem Kabinet Sementara
E.    Sistem Kabinet Reformasi

28.  Keberlangsungan ini semakin terancam ketika terjadi peristiwa Tanjung Morawa. Peristiwa ini terkait dengan pembebasan tanah milik Deli Planters Vereeniging (DPV). Tanah ini sebelumnya sudah digarap penduduk, kemudian diminta untuk dikembalikan kepada DPV. Usaha pembebasan tanah ini mendapat perlawanan dari penduduk. Karena menghadapi hambatan, pemerintah kemudian menggunakan alat-alat kekuasaan Negara untuk memindahkan penduduk dari lokasi tersebut. Dengan peristiwa Tanjung Morawa inilah mengakibatkan Jatuhnya kabinet..
A.    Wilopo
B.    Natsir
C.   Sukiman
D.   Buharudin Harahap
E.    Ali Sastro Amidjoyo

29.  Jatuhnya Wilopo membuat Presiden Soekarno mengalihkan mandatnya ke partai lain, setelah Masyumi dan PNI mengalamai kegagalan. Presiden menetapkan Wongsonegoro dari Partai Indonesia Raya (PIR) dan Kabinet terbentuk pada 30 Juli 1953 dan yang diangkat Sebagai perdana menteti adalah…
A.    Ali Sastroamidjojo
B.    Sukiman
C.   Buharudin Harahap
D.   Sutan Syahrir
E.    Ir. Djuanda

30.  Faktor utama yang menyebabkan jatuhnya kabinet adalah masalah pimpinan TNIAD yang berpangkal pada peristiwa 17 Oktober 1952. Calon pimpinan TNI yang diajukan kabinet ini ditolak oleh korps perwira, kelompok Zulkifli Lubis. sehingga timbul krisis kabinet. Menghadapi persoalan dalam tubuh TNIAD, Parlemen mengajukan mosi tidak percaya terhadap menteri pertahanan. Pernyataan tersebut merupakan factor penyebab jatuhnya kabinet
A.    Ali Sastroamidjojo
B.    Sukiman
C.   Buharudin Harahap
D.   Sutan Syahrir
E.    Ir. Djuanda

31.  Setelah Kabinet Ali Sastroamidjojo I dinyatakan demisioner, Hatta selaku pejabat Presiden, Presiden Soekarno sedang menunaikan ibadah haji, segera mengadakan pertemuan dengan pimpinan partai untuk menentukan formatur kabinet. Pada tanggal 27 September 1955 pemilihan umum untuk memilih anggota parlemen berhasil dilangsungkan dan pemilihan anggota Dewan Konstituante dilakukan pada 15 Desember 1955. Keberhasilan pemilu pada  kabinet…
A.    Burhanuddin Harahap
B.    Sutan Syahrir
C.   Ir. Djuanda
D.   Ali Sastroamidjojo
E.    Sukiman

32.  disertakan. Hal ini karena Masyumi menolak masuknya PKI dalam kabinet. Pada waktu formatur menyerahkan susunan kabinet kepada Presiden Soekarno untuk disetujui, Presiden tidak langsung menyetujui. Ia kecewa dengan susunan kabinet yang akan dibentuk yang tidak melibatkan PKI. Presiden menghendaki masuknya PKI dalam kabinet. Namun kehendak Presiden tidak bisa diterima oleh formatur karena susunan kabinet yang dibentuk merupakan hasil persetujuan dari partai-partai yang akan berkoalisi. Menyikapi hal tersebut, Presiden Soekarno kemudian berusaha mendesak para tokoh partai PNI, Masyumi, NU dan PSII agar mau menerima wakil PKI atau pun simpatisannya untuk duduk dalam kabinet. Namun kehendak Presiden Soekarno tersebut tidak bisa diterima oleh tokoh-tokoh dari ketiga partai tersebut. Presiden Soekarno pun akhirnya menyetujui susunan cabinet yang telah disusun oleh tim formatur, dengan memasukkan Ir. Djuanda dalam kabinet. Pada tanggal 20 Maret 1956, kabinet koalisi nasionalis-Islam dengan Ali Sastroamijdojo selaku Perdana Menteri. Kabinet ini dikenal sebagai kabinet
A.    Ali Sastroamijdojo II
B.    Burhanuddin Harahap
C.   Sutan Syahrir
D.   Ir. Djuanda
E.    Sukiman

33.  program kerja yang terdiri dari lima pasal yang dikenal dengan Panca Karya, sehingga kabinetnya pun dikenal sebagai Kabinet Karya. Kelima program tersebut meliputi
1. Membentuk Dewan
2. Normalisasi keadaan Republik
3. Melancarkan pelaksanaan pembatalan KMB
4. Perjuangan Irian
5. Mempergiat pembangunan
Kelima program tersebut diatas merupakan program kerja Kabinet
A.    Burhanudin Harahap
B.    Sutan Syahrir
C.   Ir. Djuanda
D.   Sukiman
E.    Ali Sastroamijdojo II

34.  Pemikiran ekonomi pada 1950an pada umumnya merupakan upaya mengembangkan struktur perekonomian kolonial menjadi perekonomian nasional. Hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan hal tersebut adalah sudah berakarnya sistem perekonomian kolonial yang cukup lama. Warisan ekonomi kolonial membawa dampak perekonomian Indonesia banyak didominasi oleh perusahaan asing dan ditopang oleh kelompok etnis Cina sebagai penggerak perekonomian Indonesia. Kondisi inilah yang ingin diubah oleh para pemikir ekonomi nasional di setiap kabinet di era demokrasi parlementer. Upaya membangkitkan perekonomian sudah dimulai sejak kabinet pertama di era demokrasi parlementer yaitu kabinet…
A.    Moh. Natsir
B.    Burhanudin Harahap
C.   Sutan Syahrir
D.   Ali Sastroamijdojo II
E.    Sukiman

35.  Perhatian terhadap perkembangan dan pembangunan ekonomi dalam pendapatnya bahwa pembangunan ekonomi Indonesia pada hakekatnya adalah pembangunan ekonomi baru. Soemitro mencoba mempraktikkan pemikirannya tersebut pada sektor perdagangan. Ia berpendapat bahwa pembangunan ekonomi nasional membutuhkan dukungan dari kelas ekonomi menengah pribumi yang kuat. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus sesegera mungkin menumbuhkan kelas pengusaha pribumi, karena pengusaha pribumi pada umumnya bermodal lemah. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya membantu dan membimbing para pengusaha tersebut dengan bimbingan konkret dan bantuan pemberian kredit. Jika usaha ini berhasil maka secara bertahap pengusaha pribumi akan dapat berkembang maju dan tujuan mengubah struktur ekonomi kolonial di bidang perdagangan akan berhasil. Gagasan demikian merupakan pendapat dari
A.    Soemitro Djojohadikusumo
B.    Burhanudin Harahap
C.   Ali Sastroamijdojo
D.   Moh. Natsir
E.    Ir. soekarno

36.  Berdasarkan hasil pemilihan tanggal 15 Desember 1955 dan diumumkan pada 16 Juli 1956, perolehan suara partai-partai yang mengikuti pemilihan anggota Dewan Konstituante urutannya tidak jauh berbeda dengan pemilihan anggota legislatif, empat besar partainya adalah berikut ini, kecuali
A.    Murba
B.    PNI
C.   Masyumi
D.   Nahdatul Utama
E.    PKI

37.  Kalau kita perhatikan garis besar perjalanan cabinet diatas, Nampak bahwa mula-mula Masyumi diberi kesempatan untuk memerintah, kemudian PNi memegang peranan terutama setelah pemilihan Umum 1955. Namun PNI pun tidak bisa bertahan lama karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi yang akhirnya dibentuk zaken cabinet dibawah pimpinan
A.    Ir. Djuanda
B.    Soemitro Djojohadikusumo
C.   Burhanudin Harahap
D.   Ali Sastroamijdojo
E.    Moh. Natsir

38.  Untuk menormalisasi keadaan yang diakibatkan oleh pergolakan daerah, Kabinet Djuanda pada 10-14 September 1957 melangsungkan Musyawarah Nasional (Munas) yang dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan daerah, diantaranya adalah mantan Presiden Mohammad Hatta. Musyawarah ini dilaksanakan di gedung Proklamasi Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Musyawarah ini membahas permasalahan-permasalahan pemerintahan, persoalan daerah, ekonomi, keuangan, angkatan perang, kepartaian serta masalah Dwitunggal Soekarno Hatta. Pelaksaaan monas yang berlangsung. Melihat kondisi inilah kemudian pemerintah mendeklarasikan hokum terotorial kelautan nusantara, Deklarasi tersebut dikenal dengan nama
A.    Deklarasi Djuanda.
B.    Deklarasi Sukiman
C.   Deklarasi Natsir
F.    Deklarasi Ali Sastroamijdojo
D.   Deklarasi Burhanudin

39.  Program Pembangunan Rencana Lima Tahun berbeda dengan RUP yang lebih umum sifatnya. Program Rencana Lima Tahun lebih bersifat teknis dan terinci serta mencakup prioritas-prioritas proyek yang paling rendah. Tujuan dari Rencana Lima Tahun adalah mendorong munculnya industri besar, munculnya perusahaan-perusahaan yang melayani kepentingan umum dan jasa pada sektor publik yang hasilnya diharapkanmampu mendorong penanaman modal dalam sektor swasta. Upaya pembangunan ekonomi nasional juga diwujudkan melalui program pembangunan rencana lima tahun, 1956-1960, yang disiapkan oleh Biro Perancang Nasional (BPN). Program ini pertama kali dijalankan pada masa
A.    Kabinet Ali Sastromidjojo II
B.    Kabinet Burhanudin Harahap
C.   Kabinet Sutan Syahrir
D.   Kabinet Ir. Djuanda
E.    Kabinet Sukiman

40.  Pemerintah, selain melakukan upaya perbaikan jangka panjang, juga melakukan upaya perbaikan jangka pendek untuk menguatkan perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah mengurangi jumlah uang yang beredar dan mengatasi defisit anggaran. Untuk itu pada tanggal 20 Maret 1950, Menteri Keuangan, Syafrudin Prawiranegara, mengambil kebijakan memotong uang dengan memberlakukan nilai setengahnya untuk mata uang yang mempunyai nominal Rp2,50 ke atas. Kebijakan ini dikenal dengan istilah
A.    Gunting Syafrudin
B.    Gunting Ali
C.   Gunting Burharudin
D.   Gunting Syahrir
E.    Gunting Burharudin

Itulah contoh soal dari saya "Semoga Bermanfaat" πŸ‘πŸ‘





Tidak ada komentar:

Posting Komentar